Minggu, 18 November 2012

Budidaya Tanaman Tanpa Tanah (Hydroponic)

Mungkin ada sebagian dari anda yang masih bingung dengan sistem menanam dengan cara hidroponik ini. Hidroponik (Hydroponic) berasal dari kata Yunani yang merujuk pada Hydro (Air) dan Ponos (Daya) atau disbut juga "soilless culture" menanam tanpa media tanah.

Sistem hidroponik pertama kali ditemukan oleh Dr. W.F Geri Che dari Universitas California pada tahun 1936. Biasanya hidroponik digunakan apabila lahan atau tanah yg digunakan untuk menanam sempit, jadi hidroponik menjadi salah satu solusi untuk bercocok tanam tanpa media tanah. Media yang digunakan bermacam-macam antara lain : Arang Sekam, Pasir, Kerikil, Spons, Serbuk Kayu, Air dan masih banyak lagi.



     Beberapa alasan kenapa harus menggunakan sistem hidroponik :

1.Karena kurang atau terbatasnya lahan yang akan digunakan untuk bercocok tanam.
     Bila biasanya bercocok tanam harus menggunakan lahan yang luas maka dengan hidroponik anda yang memiliki lahan terbatas pun bisa melakukan kegiatan bercocok tanam.Itu karena media yang dipakai dapat menempati ruang yang seminimal mungkin.

2.Cepat tumbuh dan kualitas tanaman lebih baik dibandingkan menggunakan media tanah.
     Tanaman akan cepat tumbuh karena proses penyerapan air yang dilakukan secara konstan oleh akar membuat tanaman bisa cepat tumbuh dan berkembang. Ini dikarenakan jalur mineral dari air langsung bisa diserap oleh akar dan langsung digunakan untuk memproduksi makanan.

3.Tidak perlu memakai pupuk untuk media tanamnya.
     Jika media tanah harus digemburkan dan diberi pupuk terlebih dahulu agar tanah menjadi subur, maka hidroponik tidak memerlukan pupuk untuk membuat medianya subur.

4.Memberikan tambahan oksigen pada daerah perkotaan yang padat penduduk.
     Ketika pertumbuhan penduduk yang semakin banyak dan hilangnya lahan hijau yang digunakan sebagai pemukiman warga maka otomatis pnghasil oksigen di daerah tersebut akan menjadi berkurang. Tanaman hidroponik menjadi solusi sumber oksigen skala rumah tangga yang bisa ditempatkan diteras rumah yang mungil dan bahkan bisa diletakkan didalam rumah.

5.Ramah lingkungan dengan biaya yang terjangkau.
     Bahan atau wadah yang digunakan bisa menggunakan limbah pipa plastik atau bisa juga botol plastik sesuai media dan jenis tanaman yang akan ditanam.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India